Business

Rencana Keuangan untuk Kamu yang Baru Bekerja

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur.

Photo: Shutterstock

Membuat Rencana Keuangan adalah salah satu cara agar pengeluaran yang terjadi dapat dilakukan dengan tepat. Usahakan selalu membuat skala prioritas. Skala prioritas akan menghindarkan Anda membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan. Selain itu rencana keuangan akan memberi seberapa besar pengeluaran bulanan Anda.

Buatlah tiga kategori untuk pengeluaranmu, yaitu primer, sekunder dan hiburan. Kamu bisa mencatat item-item pengeluaran ini di komputer (spreadsheet), aplikasi atau catatan harian.

Kamu boleh saja berbelanja dengan menggunakan kartu kredit. Namun, pastikan tidak kesulitan membayar cicilan dan bunganya. Kalau kamu meminjam modal untuk membuka bisnis, kamu juga harus memperhitungkan apakah keuntungan yang didapatkan bisa menutupi cicilan dan bunganya. Intinya, jangan sampai kamu terlilit oleh utang.

Nah, dengan menerapkan beberapa tips perencanaan keuangan diatas, diharapkan kamu bisa memenuhi berbagai kebutuhanmu sekarang, sekaligus mempersiapkan masa depanmu dengan lebih baik. Persentase dari Dave Ramsey bisa dibilang yang paling rinci. Dia membagi sebelas kategori yang akan kita lakukan beserta dengan persentasenya.

  1. Memberi 10 persen. Besaran orang memberi sedekah berbeda-beda. Namun, tidak ada salahnya jika mulai mengalokasikannya sejak awal.
  2. Menabung 10 persen. Tabungan ini bisa bersifat sebagai dana darurat.
  3. Makan 10 hingga 15 persen. Dalam cara mengatur keuangan, anggaran ini termasuk untuk belanja, makan di luar, dan membeli snack.
  4. Keperluan 5 hingga 10 persen. Keperluan ini mencakup biaya bulanan dan sehari-hari. Misalnya air, gas, internet, dan. Biaya listrik.
  5. Rumah 25 persen. Biaya bulanan hunian tidak boleh melebihi seperempat dari pemasukan kamu.
  6. Transportasi 10 persen. Dalam cara mengatur keuangan, ini meliputi bahan bakar, gani oli, biaya tol, pajak, dan biaya lainnya.
  7. Kesehatan 5 hingga 10 persen. Mengalokasikan biaya kesehatan sangat penting. Karena kita tidak tahu kapan kita akan jatuh sakit.
  8. Asuransi 10 hingga 25 persen. Meskipun sudah memiliki asuransi dari kantor, tidak ada salahnya memiliki backup.
  9. Rekreasi 5 hingga 10 persen. Tidakkah sangat menyenangkan untuk menganggarkan liburan setiap bulan? Rekreasi di sini meliputi biaya menonton di bioskop, tiket konser, dan biaya liburan terencana ke luar kota.
  10. Keperluan personal 5 hingga 10 persen. Tidak jarang kita membutuhkan tambahan uang untuk keperluan tertentu.
  11. Dana macam-macam 5 hingga 10 persen.

 

Sementara itu, metode bersifat lebih general. Cara mengatur keuangan ini menyarankan 50 persen penghasilan untuk kebutuhan primer. Kemudian 20 persen untuk tabungan dan dana darurat. Terakhir, 30 persen untuk hiburan, kebutuhan pribadi, belanja, dan lainnya.

Asuransi berguna untuk memproteksi masa depanmu. Saat ini, ada beragam jenis asuransi yang ditawarkan. Kamu harus pandai-pandai memilih asuransi mana yang sesuai dengan bujet yang kamu miliki. Bandingkan pula dengan proteksi atau keuntungan yang nantinya akan kamu dapatkan.

 

Dengan mengelola keuangan secara benar dapat mengatur pengeluaran menjadi lebih efisien.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top